Menggali arti kehidupan bermasyarakat


Didalam kehidupan bermasyarakat dan benergara akan selalu dijumpai keadaan yang bermacam-macam dan keadaan yang perbeda satu dengan yang lainnya. Tetapi satu hal yang tidak dapat kita hindari yaitu keadaan di dunia selalu bergerak dinamis dengan selalu tak terduga. Dilihat memalui segi alamiah yaitu tumbuhan tumbuh dari kecil (bibit) hingga besar dan dapat menghasilkan buah atau hasil yang kemuadian bisa dimanfaatkan oleh manusia. Demikian juga dengan kehidupan bermasyarakat, akan semakin berkembang masyarakat maka akan semakin besar pula manfaat yang dirasakan dimasa mendatang. Jadi pengertian masyarakat adalah sekumpulan manusia yang hidup bersama-sama, bercampur baur untuk janga waktu yang cukup lama yang terdapat disuatu wilayah-wilayah di negara tertentu.

Menyadari bahwa mereka adalah merupakan suatu kesatuan dimana mereka menganut sistem hidup bersama dalam segala bidang dan mereka saling support dalam segala hal. Bagian yang  terkecil dari sebuah masyarakat yaitu yang terdiri dari keluarga (bapak, ibu dan anak). Di kantor ada atasan, bawahan, bahkan dalam penduduk pun kita temui katagori penduduk berpendapatan rendah, penduduk berpendapatan sedang dan penduduk berpendapatan tinggi. Kesemuanya itu adalah bagian dari kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Yang paling dirasakan keberadaan masarakat saat ini adalah didaerah pedesaan karena disana masih ada keterkaitan atau hubungan persaudaraan yang kentar, sehingga disana masih sering dijumapi sifat-sifat yang luhur. Sifat gotong royong, tolong menolong dan peduli terhadap sesame, baik yang sedang dilanda musibah atau sedang berbahagia.

Dalam kehidupan bermasyakakat terdapat tingkatan-tingkatan atau lapisan di dalamnya. Yang dimaksud denga tingkatan adalah keadaan yang berlapis atau bertingkat-tingkat yang disesuaikan dengan kondisi yang ada. Istilah pelapisan ini diambil dari kata stratifikasi. Istilah stratifikasi berasal dari kata stratum (jamaknya adalah strata, yang berarti lapisan). Pitirim .A Sorokin mengatakan bahwa pelapisan sosial adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarchies). Perwujudan dari pengaruh stratifikasi sosial adalah adanya tingkatan tinggi dan rendah. Dimaksudkan bahwa tingkatan-tingkatan ini bukan untuk sebagai jurang pemisah atau pembeda antara yang bertingkat tinggi dan yang beritngkat rendah. Namun tingkatan-tingkatan ini menjadi bahan pemersatu masyarakat dan menjadi penyeimbang didalam kehidupan di dunia ini.

Suatu hal yang menjadi berharga dari kehidupan masyarakat ini yaitu adanya tanah, kebun dan lahan pertanian bagi mansyarakat agraris semntara  bagi masyarakat industry hal yang paling dihargai adalah  uang. Tetapi pada umumnya  masyarakat kota, pendidikan adalah merupakan hal yang paling dihargai. Sumber-sumber seperti uang,tanah, pendidikan akan menyebabkan adanya pelapisan. Jadi mereka yang memiliki uang, tanah ataupun berpendidikan tinggi akan menempati lapisan atas suatu masyarakat. Golongan lapisan tertinggi dalam suatu masyarakat tertentu, dalam istilah sehari-hari juga dinamakan “elite”. Dengan demikian pelapisan berarti bahwa dalam masyarakat ada sejumlah kelompok masyarakat yang mempunyai posisi berbeda-beda dalam tata tertib sosial masyarakat, dimana golongan-golongan itu mendapat atau menikmati hak-hak tertentu. Berarti tidak semua perbedaan posisi di dalam masyarakat menunjukkan adanya pelapisan di dalam masyarakat. Misalnya kedudukan suami sebagai kepala keluarga ataupun kedudukan pemuda dalam masyarakat tidak membentuk suatu lapisan tertentu didalam masyarakat yang mempunyai hak-hak tertentu.

Setiap individu dari sebuah masyarakat yang merupakan anggota masyarakat mempunyai hak dan kewajiban tertentu. Hak dan kewajiban akan terlihat dalam kedudukan (status) dan peranan (role) yang dijalankan individu tersebut. Kedudukan dan peranan merupakan unsur pembentuk terjadinya pelapisan didalam masyarakat.

Jadi dialam kehidupan beramasyarakat mempunyai suatu pelapisan-pelapisan yang dipengaruhi oleh individu setiap orang yang berbeda-beda, misalkan seorang PNS dengan seorang pedagang ato pengusaha. Tentunya mereka akan tersusun dalam suatu lapisan-lapisan yang berbasis pada ekonomi. Memang pelapisan-pelapisan ini sering dipertanyakan oleh setiap orang didalam benaknya. Apakah perlu pelapisan seperti ini atau tidak?. Tetapi yakinlah bahwa bahwa pelapisan-pelapisan ini bukan sebagai jurang pemisah antara si kaya dengan si miskin. Justru dengan pelapisan ini semua jadi tahu tentang kewajibannya masing-masing. Si kaya yang harus memperhatikan keadaan seseorang yang kurang mampu dan sebaliknya.

Sebenernya dalam kehidupan bermasyarakat ini adalah sebuah proses timbal balik diantara individu-individu dari masyarakat. Perlu diketahui juga bahwa kebersamaan didalam masyarakat selalu menguntungkan dan tidak ada yang merugikan baik secara materi dan mental. Jadi marilah mulai berkehidupan bermasayarakat dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan yang berlalu. Mulailah belajar dari kehidupan alam sekitar dan keadaan sekitar. Selalu junjung kejujuran dan kebenaran serta jangan lupakan lapisan masyarakat yang mebutuhkan.

Jakarta, 01 Nov 2010

by : 3rest

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s