Faktor pesatnya pertubuhan penduduk


Pertumbuhan penduduk adalah salah satu faktor yang mempengaruhi dalam perkembangan sosial ekonomi disuatu negara di dunia.  Karena jika penduduk disuatu negara bertambah maka akan mempengaruhi ketersediaan lapangan pekerjaan, pangan, dan papan. Dengan demikian akan terjadi kesenjangan ekonomi antara warga negara satu dengan yang lainnya yang tidak dapat dihindari lagi.

Pertumbuhan penduduk semestinya juga diimbangi dengan penambahan fasilitas-fasilitas karena bila itu semua tidak terpenuhi akan mengakibatkan beberapa masalah yang amat serius, diantaranya yaitu masalah tingginya angka pengangguran, kemiskinan, banyak anak putus sekolah dan berbagai tindakan kejahatan serta kriminalitas di masyarakat luas.

Grafik Tingkat pertumbuhan penduduk Dunia



Grafik Tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia

Kalau diliat dari tabel data diatas perkembangan penduduk dunia tergolong sangat pesat. Beberapa faktor yang sebenarnya mempengaruhi pertumbuhan penduduk yaitu :

1. Kematian (Mortalitas)

Banyak sekali penyebab dari faktor kematian ini, biasaya dipengaruhi oleh usia, lingkungan sekitar / tempat tinggal dimana ada atau tidaknya sarana prasarana pendukung kehidupan misalkan makanan, kebersihan serta kesehatan. Selain faktor tersebut juga dapat dipengaruhi oleh kejadian luar biasa seperti bencana alam dan kejadian yang tidak terduga lainnya. Biasanya faktor ini hanya berprosentase rendah.

2. Kelahiran (Fertilitas)

Faktor kelahiran ini dapat dikatakan sebagai faktor penyebab utama pertumbuhan penduduk didunia karena rata-rata pertumbuhan penduduk adalah tingginya angka kelahiran dibandingkan angka kematian. Dikarenakan masih tertanamnya sebiah ideologi-ideologi tertentu yang menganjurkan harus mempunyai banyak anak. Utamanya faktor ini depangaruhi  oleh :

3. Migrasi

Migrasi adalah peristiwa berpindahnya suatu organisme dari suatu tempat ke tempat lainnya. Dalam banyak kasus, organisme bermigrasi untuk mencari sumber-cadangan-makanan yang baru untuk menghindari kelangkaan makanan yang mungkin terjadi karena datangnya musim dingin atau karena kepadatan penduduk.  Selain migrasi ada istilah lain tentang dinamika penduduk yaitu mobilitas. Pengertian Mobilitas ini lebih luas daripada migrasi sebab mencakup perpindaahan wilayah secara permanen dan sementara.

Migrasi ini merupakan akitab dari keadaan lingkungan seklitar yang kurang menguntungkan bagi dirinya. Sebagai akibat dan kedadaan alam yang kurang menguntungkan menimbulkan terbatasnya sumberdaya yang mendukung penduduk didaerah tersebut.

Langkah-langkah imigran dalam menentukan keputusannyauntuk pindah ke daerah laina tau kawasan (aeal) lain terlebih dahulu ingin mengetahui lebih dahulu faktor-faktor sebagai berikut :

- Persediaan sumber alam

- Lingkungan sosial budaya

- Potensi ekonomi

- Alat masa depan

Secara garis besar kemampakan imigrasi di indoensia dibagi menjadi tiga yaitu :

1. Urbanisasi (Perpindahan dari desa ke kota)

Walaupun urutannya sangat kecil tetapi dapat mempengaruhi polo distribusi penduduk secara keseluruhan. Para urbanit kebanyakan terdiri dari golongan umur muda yang sangat prooduktif serta inisiatifnya. Tinggingya golongan muda yang melakukan perpindahan ke kota sangat mempengaruhi kondisi daerah asal yang akan mengakibatkan terhambatnya proses pembangunan didaerah asal.

2. Imigrasi intergional (transmigrasi)

Di Indonesia  dilaksanakan oleh mereka yang perumur prooduktif dan kreatifitas tinggi. Hal tersebut memungkinkan tingginya angka pertumbuhan pemnduduk serta tingkat laju pembangungan diluar jawa. Di jakarta misalnya sebagai akibat adanya migrasi ini pertumbuhannya menjadi sangat pesat.

3. Migrasi antar negara

Faktor ini tingkat kejadiannya sangatlah kecil di Indonesia sehingga akhibat dari perpindahan penduduk ke luar negeri kurang dirasakan. Tetapi rata-rata migrasi jenis ini dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dan ekonomi seorang imigran. Namum terlepas nyata atau tidak nyata perpindahan penduduk seperti ini harus ditekan karena dengan migrasi jenis ini bangsa indonesia pelan-pelan kehilangan anak bangsa yang berintelektual dan kreatifitas tinggi.

Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin mempunyai peran yang sagat penting hanya dapat mengetahui :

- Pertumbuhan penduduk disuatu daerah termasuk cepat lambat

- Rasio ketergantungan

- Jumlah wanita dalam usia subur

- Jumlah tenaga kerja yang tersedia

- Berdasarka tempat tinggal

- Bentuk paramida penduduk

Untuk mengetahui pertumbuhan penduduk suatu daerah cepat atau lambat dapat dilihat dari bentuk piramida penduduk. Karena dengan melihat bentuk paramida penduduk akan diketahui mengenai perbandingan jumlah enduduk anak-anak, dewasa dan orang tua pada wilayah yang bersangkutan. Keadaan struktur atau komposisi penduduk yang berbeda-beda akan menunjukan bentuk piramida berbeda-beda pula.

Ada tiga jenis struktur penduduk

1. Piramida penduduk muda

Piramida ini menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang. Jumlah angka kelahiran lebih besar daripada jumlah kematian. Bentuk ini umumnya kita jumpai pada negara-negara sedang berkembagn seperti Indonesia dan Malaysia.

2. Piramida Stationer

Bentuk piramida ini menggambarkan keadaan penduduk yang tetap (statis) sebab tngkat kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi. Piramida penduduk yang berbentuk sistem ini terdaat pada negara-negara maju seperti Swedia dan Belada.

3.Piramida penduduk tua

Bentuk ini menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian kecil sekali. Apabila angka kelahiran jenis kelamin pria besar, maka suatu negara bisa kekurangan penduduk. Negara yang piramidanya seperti ini adalah Jerman dan Inggris.

Kesimpulan :

Jadi untuk mengendalikan jumlah penduduk di indonesia ini perlu diakukan dengan prigram-program terpadu. digalangkan kembali mengenai program Keluarga Berencana (KB) dengan slogannya “Dua Anak Cukup” atau dengan beranega macam sosialisasi yang lain. Karena bila pertumbuhan penduduk ini tidak terkendali maka akan terjadi lonjakan penduduk yang akan mengakibatkan timbulnya masalah-masalah baru diantaranya yaitu masalah kemiskinan, pengangguran serta tingkat kriminalatis dan yang paling utama adalah kepadatan penduduk membuat kondisi perkotaan menjadi carut marut. Baik di program perumahannya adau program transportasinya. Contoh nya di Jakarta ini…..sangat lah tidak seimbang antara jumlah penduduk dengan fasilitas yang ada sehingga sering menimbulkan masalah klasik seperti kemacetan lalulintas, dst..

by : 3rest

referensi : Buku Paket ISD (Herwantiyoko Neltje F. Katuuk) Penerbit Gudarama University.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s