Fenomena maraknya sociality network / jejaring sosial


Akhir-akhir ini seringkali terdengar sebuah istilah yang tentunya sangat asing bagi kita tetapi kita sering sekali melakukan aktivitas itu. Social Networking atau Jejaring Sosial, nah itulah mungkin yang sering kita dengar, baik dimedia masa ataupun diperbincangkan masyarakat saat ini. Jejaring sosial merupakan sebuah bentuk baru komunitas di dunia maya yang saling terhubung satu dengan yang lainnya. Pada umumnya aktivitas sosial ini dilakukan dengan media jaringan computer global atau yang lebih kita kenal dengan istilah internet. Ada beberapa situs web terkemuka didunia yang menyediakan fasilitas jejaring social ini seperti facebook, twitter, friendster, dan plurk. Tentunya kesemuanya sangatlah berbeda  dengan jejaring sosial lima tahun yang lalu yang mungkin lebih dikenal sebagai forum diskusi , chating, messenger atau milis dimana pola komunikasinya terbatas hanya dalam forum tersebut saja. Perkembangan situs jejaring social ini sangatlah pesat, sehingga akhir-akhir ini muncul nama situs baru yang memebrikan fitur-fitur menarik.

Jejaring sosial seperti ini mempunya tujuan yang sangat beragam dilihat dari sisi penggunanya. Mulai dari hanya sekedar mengekspresikan status saat ini, menginformasikan kegiatan yang sedang dilakuan, mengirimkan gambar atau video dan melaukan posting sebuah artikel. Seperti fasilitas yang diberikan oleh facebook kepada penggunanya yaitu dengan menyediaan berbagai aplikasi tambahan seperti layanan iklan, layanan permainan berbayar bahkan layanan untuk melakukan kampaye. Bahkan banyak hal sebenarnya yang dapat dilakukan situs jejaring sosial seperti ini.

 

 

Bangsa Indonesia sebenarnya sudah lama sekali mengenal jejaring sosial seperti ini. Hanya, perkembangan yang sangat pesat dikarenakan adanya  hype facebook di Amerika Serikat kira-kira mulai 2007-an. Nampaknya mulai saat ini gaung jejaring sosial di Indonesia semakin keras terdengan dan berkembang sangat pesat. Jejaring sosial model lama sebagai cikal bakal social network di Indonesia pelan-pelan mulai ditinggalkan dan masyarakat mulai mengalihkan kepada situs-situs jejaring sosial seperti facebook guna melakuan interkasi dengan orang lain. Situs-situs jejaring sosial tersebut pelan-pelang mengambil posisi situs komunitas yang sangat populer misalnya kaskus, myquran, dan kafegaul. Pada akhirnya komunitas-komunitas sini sebagian sudah mengubah platform interaksi menjadi bentuk-bentuk socal network yang lebih baru. Ada yang masih bertahan dengan pola forum diskusi, tapi punya aktifitas offline yang nyata.

Tetapi terdapat beberapa kekurangan dan kelebihan yang terdapat pada situs-situs jejaring sosial seperti ini. Kekurangan tersebut sebenarnya masih berkisar pada pola jejaringnya yang kalau kita amati masih mereplikasi pertemanan offline. Ini dapat dilihat dari situs jejaring terkemuka seperti facebook dan twitter. Tanggapan di facebook sebagai media emosional juga nampak mencerminkan masing-masing pertemanan offline. Jadi sangat jarang yang bisa membangun jejaring teman baru lintas generasi atau lintas profesi. Hanya beberapa orang saja yang memang mempunyai potensi untuk dikenal dan mengenal. Jadi pada umumnya situs jeraring sosial seperti hanya digunakan sebagai alat komunikasi bukan membentuk komunikasi atau interaksi baru dengan orang lain, tetapi tidak dipungkiri bahwa masih banyak yang memanfaatkan situs ini untuk melakukan interaksi dan komunikasi dengan dunia luar. Disamping beberapa kekurangan tadi masih terdapat bayak kelebihan dari situs jejaring sosial ini seperti dapat digunakan sebagai sarana komunikasi yang efektif. Dapat digunakan sebagai sarana tukar pendapat dan pikiran antara pengguna situs jejaring sosial ini. Bahkan fenomena pemilu tahun 2009 yang banyak parpol menggunakan situs jejaring sosial seperti ini untuk menggalang masa. Lihat pula fenomena “sejuta facebookers” mendukung pembebasan Bibit dan Chandra dalam kasus dugaan suap. Menurut pendapat penulis bahwa situs jejaring sosial seperti ini memang ajang yang pas untuk menyapaikan pendapat tetapi perlu diingat bahwa semua itu ada batas-batasan yang harus dipenuhi oleh pengguna situs jejaring sosial seperti ini.

Masih jelas teringat sebuah kasus pencemaran nama baik yang dilakukan oleh seseorang yang hanya menulis status di facebooknya kemudian dia berurusan dengan pihak kepolisian dan akhirnya disidangkan. Itu adalah salah satu contoh nyata bahwa situs jejaring sosial tidak selamanya akan mulus, terbebas dari masalah. Sebagai sesame pengguna situs jejaring sosial penulis hanya sekedar mengingatkan bahwa setiap apa yang kita publish ke situs jejaring hendaknya ditelaah kembali apakah akan menimbulkan masalah atau merugikan orang lain atau tidak. Karena tujuan situs jejaring bukan untuk sebagai ajak olok mengolok tetapi sebagai ajang pemersatu semua warga dunia.

 

By : 3rest

 

2 thoughts on “Fenomena maraknya sociality network / jejaring sosial

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s