Peran Pemuda di Mayarakat


Pemuda adalah generasi penerus masa depan bangsa, dapat dikatakan bahwa baik buruknya bangsa Indonesia masa depan ditentukan dengan kondisi pemuda di Indonesia saat ini. Bila kondisi pemuda baik maka akan baik pula masa depan bangsa namun apabila pemudanya buruk maka buruk pula masa depan bangsa. Kondisi ini terlihat dari keadaan saat ini, yaitu keadaan dimana banyak terjadi bentrokan masal dan unjuk rasa yang anarkis yang kesemuanya dilakukan oleh kaum muda yaitu kaum mahasiwa dan pelajar. Untuk itu perlu kita waspadai bersama kondisi yang seperti ini, dimana tidak ada kejelasan alur pendidikan pemuda saat ini. Apakah perlu dimasukan dalam kurikulum sebagaiu bahan palajaran atau sepeti apa bentuknya. Karena pendidikan yang akan membentuk keperibadian mereka terlepas dari pengaruh lingkungan sekitar.

Mungkinkah perlu lagi diperdayakan organisasi kepemudaan yang berasaskan kemasyarakatan? Hmm….. menurut saya kegiatan-kegiatan positif seperti itu memang perlu digalangkan kembali. Setidak-tidaknya untuk mengisi kekosongan waktu dengan melakukan kegiatan positif bagi masyarakat, bangsa dan negara. Misalnya dengan menyelenggarakan bakti sosial, pasar murah atau memberikan penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat tentang kesehatan, hukum, dan lingkungan. Bukan seperti sekarang ini yang banyak kita jumpai, pemuda menjadi malas untuk berusaha dan menjadi ketergantungan terhadap lingkungan sekitar. Banyak hanya menghabiskan waktu untuk bermalas-malasan, nongkrong-nongkrong bahkan ada yang hanya menghabisakan waktunya dengan tiduran.

Di Yogyakarta saya merasakan betapa bermanfaatnya kegiatan kepemudaan seperti melakukan kerja bakti membersihakan lingkungan, membersihkan sarana ibadah dan memberikan penyuluhan keapda warga masyarakat tentang berbagai bidang. Saya rasakan bahwa kegiatan-kegiatan tersebut membuat waktu yang kita rasakan kosong dan bingung untuk melakukan apa dapat dicurahkan ke kegiatan tersebut. Selain untuk mengisi kekosongan waktu setidaknya dapat untuk menambah pengalaman dan memupuk rasa kemadirian dari setiap pribadi. Dari sana saya belajar mengenai hubungan antar warga, rasa senasib dan sepenanggungan serta menjadikan diri kita peka terhadap lingkungan sekitar.

Seperti terlihat pada kejadian gempa 26 Mei 2006 yang meluluh lantahkan jogja dan sekitarnya, berbondong-bondong pemuda turun ke jalan untuk menggalang dana, ada pula yang suka rela bergotong royong memberihkan rumah-rumah warga yang tertimpa musibah. Saat itu saya rasakan betapa pemuda bisa bersatu padu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tersebut. Ternyata baru disadari bahwa pemuda-pemuda tersebut tergabung dalam suatu organisasi kepemudaan baik yang berasaskan agama, sosial bahkan istitusi. Terlebas dari keberanekaragaman background dari mereka, saya merasa bahwa organisasi kepemudaan seperti ini sangat efektif untuk memberikan ruang gerak dan ruang mengekspresikan pendapat dari kaum muda.

Dengan cara menggalangkan kembali oraganisasi kepemudaan menurut saya adalah gagasan yang bagus dan tepat untuk saat ini. Karena dengan oraganisai tersebut dapat dijadikan wadah pemuda untuk saling berbagi dan mengisi waktu yang senggang. Semangat seperti itu hendaknya selalu pemerintah dukung dengan menyelenggarakan jambore atau kegiatan perlombaan kepemudaan yang tentunya bermanfaat bagi mereka.

Bersatulah pemuda niscaya negeri ini akan maju..!! karena hanya ditanganmulah negeri ini akan dititipkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s