Fenomena baru bernama mafia hukum


Tahun 2010 adalah tahun yang dapat dikatakan tahun kelabu karena ditahun ini bnanyak terbuka cerita-cerita klasik tentang “Mafia” dan pada kenyataanya memang masih ada di era sekarang ini. Fenomena yang sangat mengagetkan kita semua.

Hmmmm…….ada yang ada dibenak anda ketika anda mendengar nama mafia hukum? Atau bila anda mendangan nama Gayus HP?. Tentunya anda akan sedikit tertawa mendengarnya dan akan segera menyadari kehebatan-kehebatan mereka, entah darimana ilmu itu mereka dapat tetapi patut diakui bahwa ilmu yang mereka dapatkan dapat dikategorikan sebagai “Ilmu Sakti”.

Dasyatnya berita saat ini memang menjadikan kita sadar dan terbangun dari mimpi-mimpi indah dan uncapan-ucapan manis pemerintah dan aparatur didalamnya. Bicara soal keadilam, hukum dan kesejahteraan masyarakat tepai didalamnya hanya memikirkan kesejahteraan dan keadilan buat dirinya sendiri. Sungguh keterlaluan pula hukum di negeri kita ini, dimana masih menggunakan hukum warisan Belanda. Lalu anggota DPR yang notabene digajioleh rakyat melakukan apa buat rakyatnya? Hmmmm…… Sebagai masyarakat biasa kita hanya bisa geleng-geleng kepala dan sedih melihat semua itu.

Bagaimana seorang tahanan dapat berwisata ke Bali lalu ke Singapura dan ke Hongkong dan seorang narapidana yang dapat menghidup udara bebas dengan membayar orang untuk menggantikannya? Sungguh sangat menyesakkan hati bila kita mendengar semua itu. Haruskan mereka mendapat ganjaran yang besar seperti mencabutan status kependudukan (KTP) atau dengan diasingkan? Atau justru aparat yang bersalah yang harus diasingkan atau dipecat?

Sebenenarnya kejadian-kejadian seperti ini mungkin dulu sudah terjadi berulang kali, tetapi hanya dapat tersimpan rapi didalam brankas orang elit politik saja. Tetapi sekarang sudah tidak bisa lagi demikian, karena peran media yang begitu besar dan menyampaikan di masyarakat dengan lugas dan transparan. Setidaknya semangat ini lah yang harus kita jadikan acuhan untuk memulai memperbaiki negeri ini. Tidak perlu seorang presiden yang jenius, tidak perlu seorang pejabat yang berijazah doktor, tidak perlu anggota DPR yang dapat menyapaikan pikiranya. Sebenarnya yang dipelukan negri ini adalah “kejujuaran dan keimanan” dan hanya itulah kunci untuk mengatasi semua ini.

Dalam proses perekrutan aparatur negara mungkin harus diperketat kembali dimana aspek-aspek kejujuran dan keimanan selalu dikedepankan dalam prosesnya. Karena dengan kejujuran seorang manusia dapat dipercaya dan dengan keimanan seorang manusia dapat berjalan sesuai dengan koridor-koridor agama yang dianut. Kenapa saya ungkapkan demikian karena hukum dan undang-undang kita sebenarnya mengatur demikian dengan sanki pidana dan denda apabila melanggarnya. Tetapi denga kejujuran dan keimanan setidaknya sankisanya adalah sangki sosial yaitu merasa malu, minder dan mereka akan dijauhi masyarakat karena sudah ada cap khususnya. Dan keimanan adalah masalah vertikal manusia dan Tuhan jadi setidaknya biarkan Tuhan yang akan membalas semua yang telah dikerjakan.

Harapan masyarakat sekarang adalah menajdikan negeri ini bebas dari korupsi dan kesenjangan hukum dimana seringkali kita jumpai yaitu masalah kecil seperti pencurian timun dapat diproses ke persidangan sementara masalah besar seperti Century hanya terdiam dan hilang dengan sendirinya. Tentunya kita semua sangatlah capek mendengar semua itu, hanya kemimanan dan kejujuran dari setiap orang yang menjadi tumpuhan terakhir supaya terhindar dari perbuatan-perbutan yang demikian itu.

Memang tak ada gunanya membahas masa lalu yang begitu suram, tetapi yakinlah bahwa masa depan yang cerah adalah buah keringat dari masa lalu yang suram. Semoga kita dapat mewujudkan masyarakat yang aman dan damai serta mewujudakan proses kepemerintahan yang bersih yang cepat dalam birokrasinya. Tak ada salahnya belajar masa lalu dan menjadikan itu acuhan kedepan.

 

by : 3rest

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s