Bahaya Narkoba bagi anak muda bangsa..


Dalam data akhir tahun 2010 penggunaan narkoba kian marak dan kian mencemaskan, karena ditahun 2010 terdapat 23.531 kasus narkoba dengan jumlah tersangka 29.681 orang. Data tersebut menunjukan bahwa kian menghawatirkannya kondisi saat ini, dimana tidak ada lagi kepedulian dan kesadaran masyarakat mengenai narkoba.  Memang dibandingkan dengan tahun 2009 yang terjadi 28.382 kasus dengan jumlah tersangka 35.299 orang terdapat kemajuan dan penurunan jumlah kasus yang ditemukan ditahun 2010. Berikut adalah rincian data kasus yang terjadi di tahun 2009 dan tahun 2010.

Dari data tersebut dapat dilihat bahwa penggunaan Narkoba jenis narkotika mendominasi pada tahun 2010. Ini disebabkan karena bahan narkotika mudah sekali didapat dan peredaran dipasar gelap narkoba yang sangatlah banyak. Dari sekian banyaknya narkotika yang sering dijumpai adalah penggunaan ganja, shabu, heroin, dan ekstasi.

Untuk penggunaan bahan narkoba yang berjenis Psikotropika memang lambat laun mengalami penurunan dikarenakan susahnya barang ditemukan di Indonesia, dan banyak pabrik yang telah digrebek dan ditutup aparat penegak hukum di penjuru Dunia. Tetapi tak dipungkiri bahwa peredaran dipasar gelapnya masih dijumpai sampai saat ini, hal tersebut dimungkinkan karena modus-modus baru yang digunakan oleh para penjual psikotropika. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai jenis dan penggolongannya membuat Psikotropika ini bisa berbaur dengan masyarakat karena sering kali dalam wujud konsumsinya dikemas dalam bentuk seperti obat umum yang layak dijual di took-toko obat.

Dari jumlah kasus tersebut diatas aparat Kepolisian Republik Indonesia berhasil menyita Barang bukti yaitu Narkoba senilai Rp. 892.574.028.255;- (Delapan ratus sembilan puluh dua milyar limaratus tujuh puluh empat juta duapuluh lima ribu dua ratus lima puluh lima rupiah) yang terdiri dari narkoba jenis Narkotika (Ganja, Heroin, Hashish, Kokain, Eksatasy, Shabu) dan narkoba jenis Psikotropika (Daftar G, Ketamin, Benzodiazepin, Barbitirat). Namun jangan dilihat dari berapa banyak nilai uang dari barang haram tersebut, tetapi setidaknya Aparat Kepolisian Negara Republik Indonesia dapat menyalamatkan setidaknya sebanyak 64.874.304 orang pengguna narkoba pemula yang didominasi oleh generasi muda bangsa Indonesia.

Kita patut memberikan acungan jempol terhadap aparat penegak hukum negeri ini, yang tidak pernah berhenti memerangi narkoba dan membersihkan bangsa ini dari orang-orang jahat yang tidak bertanggung jawab. Berkat kerja keras aparat penegak hukumlah para pengedar dan bandar dapat ditangkap dan jaringan narkoba dapar diungkap.

Kini data BNN 2010 menyebutkan, pengguna narkoba mencapai 3,6 juta orang. Rinciannya generasi muda dan usia produktif, yakni 20-34 tahun adalah pengguna narkoba terbanyak. Mereka terdiri dari mahasiswa dan pelajar berjumlah 921.695. Sementara sebanyak 17.734 pengguna narkoba mendapat terapi dan rehabilitasi pada 2010.

Hal tersebutlah yang sangat dikhawatirkan, karena generasi muda bangsa akan menjadi cikal bakal kemajuan dan keberhasilan bangsa di masa depan. Kekhawatiran tersebut memang tidaklah berlebihan karena dapat kita jumpai sekarang ini banyak artis, anak pejabat, dan public figure lainnya yang menjadi korban dari Narkoba itu sendiri. Baru-baru ini Direktorat Narkoba Polri bersama Badan Narkotika Nasional mengungkap sejumlah nama yang menurut kita sangat mencengangkan karena sebagain besar dari mereka adalah Anak Muda Bansa Indonesia yang sangatlah berpotensi untuk terjerumus dalam lubah hitam bernama “Narkoba”, diantaranya adalah Roy Marten, Sheila Marcia, Sammy Kerispatih, Ibra Azhari, Ahmad Albar, Gary Iskak, Fariz RM, Imam S. Arifin, Revaldo, Surendro Prasetyo alias Yoyo Padi, Iyut bin Slamet, dan yang terakhir adalah cicit dari mantan Presiden Soeharto.

Patut disayangkan bahwa masih adanya celah-celah yang dimanfaatkan pengedar untuk menjaring pengguna pemula yang angkanya terus meningkat seiring berkembangan jaman. Banyak yang mengungkapkan bahwa menggunakan narkoba adalah suatu bentuk untuk menjadikan seseorang dapat bergaul dan dianggap gaul oleh generasi muda Indonesia.

 

By : 3rest

Data : Direktorat Narkoba Bareskrim Polri 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s